Termasuk ke dalam buku fiksi bergambar, buku ini menceritakan perjalanan seorang anak perempuan yang berusaha mencari tahu di mana kesedihan itu tinggal. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan seekor landak, rusa, dan kura-kura. Dari setiap pertemuan, ia menemukan bahwa kesedihan dapat tinggal di perasaan kesepian, kehilangan, ataupun perasaan tertinggal.
Perjalanan tersebut kemudian membawanya pada pemahaman bahwa kesedihan bukan sesuatu yang selalu dapat dihindari. Kesedihan dapat datang tanpa diperkirakan. Namun, ketika kesedihan datang, selalu ada rumah untuk kembali. Pada akhirnya, anak perempuan itu menyadari bahwa kesedihan juga dapat membantu seseorang memahami kehidupan dan menghargai kebahagiaan dengan lebih utuh meskipun tidak selalu menyenangkan,
Dikemas melalui kalimat-kalimat pendek dan ilustrasi yang mendukung cerita, Where Does Sadness Live? menjadi bacaan yang dapat diselesaikan dalam sekali duduk. Penggunaan bahasa yang hangat dan sederhana membuat cerita terasa dekat. Selanjutnya, buku ini ditujukan sebagai bacaan lintas usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Setiap pembaca dapat menemukan pengalaman, perasaan, refleksi, atau makna yang berbeda dari perjalanan anak perempuan dalam mencari tempat tinggal kesedihan.





Ulasan
Belum ada ulasan.