Pernahkah kamu merasa tertinggal ketika melihat orang lain sudah menemukan arah, mencapai impian, atau menjalani hidup yang tampaknya lebih pasti? Sementara itu, kamu masih berada di tempat yang sama, mencari jawaban, dan bertanya-tanya, “Apakah aku terlambat?”
Buku ini mengajakmu melihat perjalanan hidup melalui empat musim yang masing-masing memiliki makna. Summer menafsirkan saat kita berani melihat kenyataan, termasuk rasa takut, kebingungan, dan perasaan tertinggal yang selama ini kita sembunyikan. Autumn menafsirkan saat kita belajar menerima perjalanan yang tidak selalu berjalan sesuai harapan, melepaskan hal-hal yang tidak lagi bisa kita pertahankan, dan berhenti membandingkan langkah kita dengan orang lain. Winter menafsirkan masa ketika kita harus bersabar dalam ketidakpastian, tetap berjalan meski belum tahu ke mana arah perjalanan, dan percaya bahwa sesuatu tetap tumbuh meski belum terlihat. Sementara Spring menafsirkan saat kita mulai melihat kembali perjalanan dengan cara berbeda, memahami bahwa tidak ada proses yang sia-sia, dan kita akhirnya tumbuh menjadi seseorang yang lebih memahami diri sendiri.
Buku ini menemani kamu yang sedang mencari arah, merasa berjalan terlalu lambat, mempertanyakan perjalanan sendiri, atau berada dalam masa ketika hidup seolah tidak banyak berubah. Karena tidak semua pertumbuhan bisa dilihat dari luar. Ada akar yang tumbuh dalam diam sebelum bunga akhirnya muncul. Kamu tidak terlambat. Kamu hanya sedang berada di musim yang berbeda.





Ulasan
Belum ada ulasan.