Keranjang Belanja
0 item
Checkout
RECOMMENDATION
KATALOG
BOOK OF THE MONTH
2021 The King Bedah Kisi-Kisi SBMPTN & UM Mandiri SOSHUM HOTS Up
Home / Inspirasi / Kisah Nyata / Raden Dewi Sartika - Pendidik Bangsa dari Pasundan
Raden Dewi Sartika - Pendidik Bangsa dari Pasundan
Diskon: 93.000 x 15 %
Price: Rp 79.050
   
    Limited Stock
   
Quantity:
Deskripsi

Penulis: E. Rokajat Asura
Penerbit: Imania
Ukuran: 14 x 21 cm
Cover: Soft Cover
Isbn: 9786027926479
Berat: 400 gram
Synopsis

- HARAP TANYAKAN STOCK -
 

Tak ada tanda-tanda istimewa saat Raden Ayu Rajapermas - istri Raden Rangga Somanagara seorang Patih Kadipaten Bandung melahirkan putri keduanya Raden Dewi Sartika  selain kebahagiaan. Tetapi kemudian Dewi Sartika - sang aktivis dan pelopor pendidikan dari Pasundan  itu melewati waktu dengan kehebohan demi kehebohan. Pernah mengalami insiden patah tulang saat bermain yang menyebabkan ia menjadi kidal, menolak pinangan dua laki-laki bangsawan sebelum memilih seorang duda dari kalangan lebih rendah sebagai sikap menolak perjodohan dan poligami. Pada usia sepuluh tahun menghebohkan karena telah berhasil 'menyulap' anak-anak para pembantu di kepatihan bisa baca tulis dan mengucapkan beberapa patah kata bahasa Belanda. Kehebohan kemudian berlanjut ketika ia berhasil meluluhkan Bupati Bandung - R. Adipati Aria Martanegara yang tak lain adalah 'musuh' besar keluarganya sebagai buntut politik devide et impera Residen J.D. Harders - membantu meluluskan membangun sekolah istri. 

 

Ketika Sekolah Istri yang didirikannya menuai kecurigaan Pemerintah Kolonial Belanda, Dewi Sartika berhasil meyakinkan Inspektur Pengajaran Hindia Belanda C. De Hammer berbalik haluan mendukung kiprah putri pemberontak itu. Dukungan juga muncul dari tokoh pergerakan nasional H.O.S Cokroaminoto. Hambatan terbesar justru datang dari keluarga yang menganggap tabu seorang anak perempuan mengenyam pendidikan. Persinggungan dengan sahabat suaminya - Sosrokartono dan Kardinah yang tak lain adalah kakak dan adik R.A. Kartini membuktikan bagaimana gagasan untuk membuka kran pendidikan bagi perempuan yang selama ini dianggap tabu itu tidak hanya lokal Pasundan melainkan mendapat apresiasi secara nasional. 

 

Dalam sebuah tulisan yang dipublikasikan di media cetak saat itu, Raden Dewi Sartika menulis: "Alangkah sedihnya mereka yang tidak bisa membaca dan menulis, karena orang yang demikian ibarat hidup di dalam kegelapan atau umpama orang buta yang berjalan di tengah hari. Maka jika jadi perempuan harus bisa segala-gala." Gagasan itulah yang kemudian melahirkan Sekolah Kautamaan Istri dengan mengusung konsep cageur (sehat), bageur (baik) bener (benar), pinter (pintar), dan wanter (percaya diri). Dewi Sartika tak sekadar pencetus pendidikan kaum perempuan, tetapi seorang aktivis berintegritas yang mewakafkan kehidupannya untuk pendidikan. Tak heran bila menjelang wafatnya di pengungsian Desa Cineam hanya satu yang selalu dipikirkannya yaitu bagaimana kelangsungan sekolahnya, yang mengakibatkan penyakit gulanya kronis.
BUKU TERKAIT
Smart Millennials: Generasi Milenial yang Cerdas
Rp 50.000
Rp 42.500
Beli
Mayan
Rp 34.500
Rp 29.325
Beli
Perempuan Cahaya
Rp 55.000
Rp 46.750
Beli
Steve Jobs dan Ilmu Hitam
Rp 44.000
Rp 37.400
Beli
Ternyata Aku Bisa!
Rp 35.000
Rp 29.750
Beli
Kapur & Papan : Kisah Inspiratif Guru 3
Rp 40.000
Rp 34.000
Beli
BEST SELLER
1.
Tajir Melintir - Mardigu WP
Rp 77.000
Rp 73.150
Beli
2.
Selena Tere Liye
Rp 85.000
Rp 72.250
Beli
3.
Nebula Tere Liye
Rp 85.000
Rp 72.250
Beli
4.
Segala-Galanya Ambyar : Sebuah Buku Tentang Harapan
Rp 90.000
Rp 76.500
Beli
5.
Bolpoin Kokoro Gel 0,5
5.700
Beli